Minggu, 24 Agustus 2014

SLR VS Rangefinder

Kelebihan SLR
  • kontrol fokus dilakukan secara langsung
  • Framing yang tepat
  • Dapat mengkontrol kedalaman bidang objek (jika tersedia)
  • Pilihan lensa/filter tidak terbatas
  • Memiliki kemampuan untuk menggunakan lensa tilt/shift, makro dan lensa panjang
  • Terdapat flare check yang efisien ketika cahaya masuk 
Petimbangan SLR
  • Besar dan Berat
  • Sering menimbulkan getaran ketika mirror (kaca) ngeklik terkadang bikin fokus buyar
  • Desain Retrofocus viewfinder terkadang menjadi malapetaka ketika menggunakan lensa wide-angle
  • Kualitas optik maksimum pada f/8-11, akan tetapi untuk maksimum aperture lensa 28-80mm optiknya sering biasa-biasa saja
  • Jeda shutter cukup (tidak pendek dan cepat)
  • Viewfinder mejadi gelap dengan f/5.6 dan lensa lambat bila cahayanya kurang tepat.
Kelebihan Rangefinder
  • Compact
  • Tenang dan bebas getaran
  • Sangat terang, karena aperture tidak mempengaruhi viewfinder
  • Sangat hebat jika dikombinasikan dengan lensa wide-angle atau normal (direkomendasikan)
  •  Kualitas optik maksimum pada f/4.5-6, meskipun kita menggunakan maksimumaperture 
  • Jeda shutter yang pendek.
Pertimbangan Rangefinder
  • Jika menggunakan  lensa telephoto hanya terbatas pada 135mm atau lebih pendek
  • Biasanya bila fotografer makro pakai RF bisa jadi canggung
  • Memungkinkan kesalahan paralaks pada saat focusing closed-up
  • Kontrol kedalaman bidang objek belum sempurna
  • Kontrol fokus yang tidak langsung
  • Polarizer tidak dapat digunakan tanpa hambatan utama
  • Terdapat potensi ketidaksesuaian antara lensa flare vs rangefinder

Bagaimana Kamera Rangefinder bekerja?

Beam splitter (A) dan pentaprisma/cermin rangefinder (E) membentuk dua gambar di dalamviewfinder - obejek gambar statis (H) (melalui cermin beam splitter) dan objek gambar kedua (I) (melalui pentaprisma/cermin rangefinder). Lensa pada kamera RF sangat terikat dengan pentaprism/cermin rangefinder (E) melalui moving cam yang ada di dasar lensa. Oleh karena itu ketika sobat memutar fokus, sobat akan melihat gambar sekunder bergerak melintasi viewfinder. Kemudian setelah gambar statis dan gambar sekunder kedua bertemu, sobat sekalian telah menemukan fokus pada kamera Rangefinder. Beberapa kamera RF (misal Leica M6, Konica Hexar RF, dan Bessa R) memiliki tepi gambar statis dan sekunder yang khas untuk meningkatkan akurasi fokus. Seberapa akuratkah kamera RF dalam menangkap gambar dan fokus? Jawabannya adalah tergantung lensa yang sobat-sobat pakai. Semakin panjang lensa RF yang sobat pakai, semakin kurang akurasi fokus yang sobat dapatkan. Oleh karena itu, lensa yang sebaiknya sobat pakai untuk kamera RF adalah lensa normal dan wide karena fokusnya lebih akurat.

 Terus gimana dengan kamera rangefinder elektronik kaya Yashica Electro 35 GSN & Yashica MG-1 admin? Rangefinder elektronik memiliki prinsip yang sedikit berbeda. Rangefinder elektronik pun menyatukan dua bayangan focusing, namun terdapat juga RF elektronik yang tidak demikian. Pada rangefinder elektronik yang tidak menyatukan dua bayanganfocusing, sobat tidak akan menemukan dua gambar (fokus) yang menyatu secara bersamaan diviewfinder. Hal ini terjadi bukan karena kamera memproyeksikan/memantulkan berkas sinar (infrared/kasat mata) terhadap objek, tetapi jumlah cahaya yang dipantulkan kembalilah yang kemudian menentukan jarak dari objek melalui lensa. Tenang saja sobat, kamera rangefinder elektronik pada umumnya sudah memiliki metering berupa pengkoreksi parallax, yang biasanya berupa lampu berwarna di viewfinder. Jadi patokan untuk mengambil jarak pada RF elektronik terletak pada focusing di lensa dan metering parallax di viewfinder. Dan rata-rata kamera RF elektronik juga telah menggunakan aperture priority exposure dengan automatic shutter. Sebenarnya konsep kamera rangefinder elektronik sama seperti kamera viewfinder. Kita akan membahas lebih dalam lagi soal kamera viewfinder nanti pada tulisan lain.

Keunggulan desain dan sistem kamera rangefinder (RF)

  1. Bentuknya yang simple. Keseluruhan sistem kamera ini dapat masuk ke dalam tas pinggang kecil, dibandingkan dengan SLR yang terkadang harus pakai case atau tas khusus untuk kamera;
  2. Modelnya yang variatif dan unik;
  3. Memberikan ketenangan yang lebih kepada fotografer dalam mengambil gambar;
  4. Dapat mengambil gambar dengan cahaya seperti apapun yang tersedia ketika pemotretan;
  5. Kualitas optik yang luar biasa.

2 jenis konsep kamera 35mm


  1. SLR (Single Lens Reflex). Kamera jenis ini sangat mendominasi pasaran untuk kamera profesional terutama pada DSLR.
  2. Rangefinder (RF), jenis ini dapat dibagi kembali menjadi:
  • Kamera RF klasik (Konica RFLeica M6Bessa R dan masih banyak lagi kamera RF seperti buatan Canon, Contax, Leica, Nikon, dan Voigtlander)
  • Kamera Rangefinder dengan rangefinder elektronik (Contax G1/G2, Konica Hexar AF)
  • Kamera P&S (Kamera Point and Shoot)
Perbedaan utama antara SLR dan Rangefinder adalah scene fotografi ditampilkan, diakses dan diproses di viewfinder.

Rangefinder (RF) 35mm
       Sekarang admin akan memberikan sejarah singkat mengenai kamera jenis rangefinder 35mm. Tahukah sobat kapan pertama kali rangefinder (RF) 35mm muncul? Kamera jenis rangefinder (RF) 35mm muncul pada pertengahan tahun 1920an. Pada saat itu Oscar Barnack memperkenalkan Leica A, dimana kamera ini sekaligus menandakan era fotografi 35mm.Banyak hal yang umum bagi kita hari ini, seperti rana bidang fokus atau kartrid film, pertama kali muncul di kamera Leica.